Sewa Mobil Surabaya Tugu Pahlawan Surabaya

Sewa Mobil Surabaya Tugu Pahlawan Surabaya

Sewa Mobil Surabaya Ke Tugu Pahlawan Surabaya

Sewa mobil Surabaya ke Tugu Pahlawan Surabaya, masuk pemakaian dalam kota Surabaya. Innova Reborn 700 000 Sudah termasuk mobil Innova Reborn dan Driver. Belum termasuk tol, parkir dan Bbm. Avanza Rp 500 000 Sudah termasuk Avanza baru dan Driver. Paket all in Rp 700 000 sudah termasuk mobil Avanza Baru dan sejenisnya, driver, bensin dan tol. Kalau bermalam, harga sama terhitung per hari. Untuk jenis kendaraan lainnya seperti Hiace dan Bus bisa hubungi customer service sesuai dengan nomer telephone yang tertera. Joserentcar selalu mengutamakan pelayanan.

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Tinggi Monumen ini adalah 41,5 m dan berbentuk Lingga atau paku terbalik. Tugu Monumen berbentuk lengkungan sebanyak 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas semuanya mengandung makna yakni 10 11 dan 1945 adalah tanggal bulan dan tahun. Kemudian pada tanggal itu juga diperingati sebagai hari Pahlawan.

Saat memasuki area tugu pahlawan yang luas, Sebuah mobil dengan tulisan mobil Bung Tomo berwarna hitam dengan merk Opel capitan yang diproduksi pada tahun 1956 ini dipamerkan di dalam Taman Tugu Pahlawan ya dan jika membaca informasinya di travelowers mobil ini memiliki sejarah dan mobil ini dihibahkan oleh Bambang sulistomo yakni anak dari Bung Tomo pada tahun 2010. Tugu Pahlawan merupakan Lambang sejarah perjuangan arek-arek Kota Surabaya yang pembuatannya sudah direncanakan sebelumnya oleh President Indonesia pertama yaitu Bapak Soekarno yang lahir dan besar di Surabaya kemudian rencana tersebut mendapat respon cepat oleh Wali kota Surabaya pada saat itu Bapak Doel Arnowo. Tugu Pahlawan memiliki tinggi 41,15. Bentuk monumen tugu pahlawan memiliki arti dan makna perjuangan sebagai berikut : tiang atau bentuk tugu terdapat 10 lengkungan dengan 11 ruas melambangkan tanggal dan bulan perjuangan. Pada saat itu masyarakat Surabaya bersama pejuang gerilyawan jawa timur dan pasukan PETA bentukan jepang berperang melawan tentara Inggris yang ingin menjajah Indinesia karena jepang sudah pualang ke negaranya akibat bom amerika di Nagazaki dan Hiroshima. kepergian Jepang akan dimanfaatkan oleh Inggris untuk menjajah Indonesia tapi para pejuang dan masyarakat Surabaya tidak mau menyerah, mereka siap berperang menggunakan senjata peninggalan jepang dengan slogan, merdeka atau mati.

Yang menjadi perhatian wisatawan adalah sebuah mobil dengan tulisan mobil Bung Tomo berwarna hitam dengan merk Opel yang diproduksi pada tahun 1956 dipamerkan di dalam Taman Tugu Pahlawan dan jika membaca informasi yang diterapkan oleh mobil ini memiliki sejarah dan mobil ini dihibahkan oleh Bambang sulistomo yakni anak dari Bung Tomo pada tahun 2010.

Di area tugu pahlawan yang berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektar, Terdapat makam tempat bersemayam pahlawan tanpa nama. Saat pembangunan museum, banyak sekali ditemukan kerangka para pejuang. Untuk menandai tempat pahlawan tanpa nama, maka dibuatkan tiga patung pejuang menunjukkan tetap tegak bertahan dan pejuang gugur dengan senjatanya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemimpin perang pada saat itu adalah Bung Tomo dengan pidatonya sebagai berikut : “Bismillahirrahmanirrahim Merdeka!!! Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia, teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea. Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang. Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka. Saoedara-saoedara, Didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahw ra’jat Indonesia di Soerabaja Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe, Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi, Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali, Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan, Pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera, Pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini, Didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng, Telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol, Telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran. Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja. Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia, ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini djawaban ra’jat Soerabaja ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian Hai tentara Inggris!, kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe, menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe, kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada, Tetapi inilah djawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga! Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja, siaplah keadaan genting tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu. Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka. Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI. Dan kita jakin, saoedara-saoedara, pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar pertjajalah saoedara-saoedara, Toehan akan melindungi kita sekalian Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!

Suara Bung Tomo menggema membangkitkan senangat perjuangan rakyat Jawa Timur Surabaya khususnya.

Jika anda ingin melihat langsung Tugu Pahlawan, Kami Siap membantu.

Whatsapp